Saturday, March 28, 2009

&*^($%#_=@


ia selalu mencariku
tapi aku sengaja tidak berada
di rumah
maafkan terlanjur aku mencintamu
dengan sembunyi
kau membenciku
maka biarkan aku mencintamu
diri dalam diri
mata menusuk-nusuk dinding
sinar pagi mengetuk pintu
aku ingin lama berbaring
dalam dekap kedua sayap burung
terlihat seribu kunang-kunang datang
memenuhi dalam hitam kening
kematian makin tergurat bening
di telapak tangan

Friday, March 20, 2009

pengemis malam


matahari dalam saku
gelap bibirku
angan ingin melangkah
susuri gang-gang becek
mencari penginapan hati
sewa yang murah
malam yang mengembun
kopi mulai dingin
mati lampu
kunyalakan lilin yang setia
dalam diriku
terlihat sebuah kota terbungkus
rapi dalam lemari
semut-semut saling mengucap salam
tikar yang koyak oleh tangan ilusi
aku ingin bernyanyi
tentang pengemis yang bermimpi
derita dalam bahagia dalam derita
yang tak ada kupunya
hanya jejemari kembali cemas
ingin mencubit wajahmu
malam dan bayang-bayangmu
menari di telapak tangan
bintang-bintang mulai mengantuk
kurawat senyum keabadian
sampai pagi bersandar
di punggungku

Thursday, March 19, 2009

(title unknown)


setiap kutatap wajahnya
terlamun aku sebuah kota
malam tanpa nama
segelas kopi bara
membikin kenang pening
selalu ingin cepat pulang

Saturday, March 14, 2009

menjelang pagi


ia lantunkan sebait litani
menjelang pagi
agar selalu berada di sisi
malam yang letih
bayang-bayang keabadian
suara muazin yang serak
Ia yang kembali pergi
tergesa-gesa
saat malam terkapar
dalam kamar
ia baui semua senyap
tergantung merah pucat
sepotong cahaya di langit
burung-burung mulai bernyanyi