Saturday, October 6, 2012

Derap Malam

bila wajahku dan wajahmu
saling memandang
di depan cermin
aku lupa siapa diriku
kubiarkan saja malam
tidurkan dirimu
yang telanjang
dengan tangan gemetar
ingin menyentuhmu
kakiku melangkah ragu
kau serapahi diriku malu mendekat
sedang tanganmu menggapai celamitan

sajak luntur oleh liur
meninggalkan jejak coklat
di atas kain seprai
meruap dosa sampai mengendap
kuterjemahkan perih cubitmu
kau cabut serumpun bulu lenganku
hingga dinding berkulit pucat
wangi bedak bercampur kuyub keningmu
meracuni sekujur kamar

segurat kurus dari dalam diriku
sesekali termenung ia di gigir dipan
kupijat pundaknya sampai letih urat angan
kusimpan gelisah tak lagi mengaduh
sampai musim pun malas menginap
di ujung penaku
tiba-tiba padam lampu
kugigit kuat rekah bibirmu
malam cepat berderap
memutih separuh wajahmu

sekabut cengkih mengaburkan pandang
pintu lekas berderit
angin berebut masuk
seorang diri kembali berangkat jauh
karib asing sering bertamu
aku rindu sangat dirimu