Showing posts with label Les Rêveries au bout de la Nuit. Show all posts
Showing posts with label Les Rêveries au bout de la Nuit. Show all posts
Tuesday, April 7, 2009
haiku lorenzo blues
aku mencari
rumah dalam sepasang
gelap matamu
sengat membiru
berurat nadi lengan
hijau malamku
pandang demi pandang
sepasang ombak saling berkejar
debur seperti memenuhi rongga dadaku
aku memandang laut
wajah lazuardi seperti memanggilku
mataku bergetar memandang terang matamu
Thursday, April 2, 2009
pukul tiga
pertempuran malam dan pagi
seekor capung mabuk
terbang rendah dalam kepala
segelas kopi hambar
pipi berminyak
asap tembakau melarat jauh
malam yang celaka
mata jatuh tersungkur
dalam kepung cahaya sipit lampu
antara ingin dan enggan
mengingat dan melupakanmu
di seberang pandang
bulan terisak
wajahnya yang teduh
terbayang di kaca jendela
semakin luruh diriku
ingin memandangmu
semakin punah diriku
jika mengecupmu
"Elöi, jangan tinggalkan aku"
Saturday, March 28, 2009
&*^($%#_=@
ia selalu mencariku
tapi aku sengaja tidak berada
di rumah
maafkan terlanjur aku mencintamu
dengan sembunyi
kau membenciku
maka biarkan aku mencintamu
diri dalam diri
mata menusuk-nusuk dinding
sinar pagi mengetuk pintu
aku ingin lama berbaring
dalam dekap kedua sayap burung
terlihat seribu kunang-kunang datang
memenuhi dalam hitam kening
kematian makin tergurat bening
di telapak tangan
Friday, March 20, 2009
pengemis malam
matahari dalam saku
gelap bibirku
angan ingin melangkah
susuri gang-gang becek
mencari penginapan hati
sewa yang murah
malam yang mengembun
kopi mulai dingin
mati lampu
kunyalakan lilin yang setia
dalam diriku
terlihat sebuah kota terbungkus
rapi dalam lemari
semut-semut saling mengucap salam
tikar yang koyak oleh tangan ilusi
aku ingin bernyanyi
tentang pengemis yang bermimpi
derita dalam bahagia dalam derita
yang tak ada kupunya
hanya jejemari kembali cemas
ingin mencubit wajahmu
malam dan bayang-bayangmu
menari di telapak tangan
bintang-bintang mulai mengantuk
kurawat senyum keabadian
sampai pagi bersandar
di punggungku
Thursday, March 19, 2009
(title unknown)
setiap kutatap wajahnya
terlamun aku sebuah kota
malam tanpa nama
segelas kopi bara
membikin kenang pening
selalu ingin cepat pulang
Saturday, March 14, 2009
menjelang pagi
ia lantunkan sebait litani
menjelang pagi
agar selalu berada di sisi
malam yang letih
bayang-bayang keabadian
suara muazin yang serak
Ia yang kembali pergi
tergesa-gesa
saat malam terkapar
dalam kamar
ia baui semua senyap
tergantung merah pucat
sepotong cahaya di langit
burung-burung mulai bernyanyi
Tuesday, February 24, 2009
capung bermalam
seekor capung kemalaman
terjebak dalam kamarku
sembunyilah kubilang
sembunyikan dirimu
jangan sampai seseorang
melihatmu
meringkusmu
lalu merantaimu
seekor capung kemalaman
tersesat dalam kamarku
kusewakannya tubuh
tempat singgah
rumah dalam rumah
kusuapi agar terus hidup
dengan sekerat gelisah
dari malamku
seekor capung kemalaman
terus menginap dalam tubuhku
kamar yang membuatnya betah
tanpa waktu malam
sedikit pengap
bebas masuk
agak berantakan
lakukan terserah inginmu
seekor capung kemalaman
mengetuk pelan dadaku
seakan bersuara
terisak ia dan berkata:
"aku mencintamu"
entah apa harus kuucapkan
malam semakin malam
kubiarkan ia terus meracau
sampai dirinya pulas tertidur
Subscribe to:
Posts (Atom)