Saturday, October 6, 2012

Aksara Pertama

ada perih tak sempat
kutidurkan
sebab runcing jam menyalib
sekujur tubuhku
dengan sayat yang dalam
dari mana mesti kumulai
awal halaman
gundah dan gelisah
selalu datang saat malam

dan aku ragu menuliskannya
dengan terang
benderang seperti pijar lampu
cuma hati dirundung gelap
menjemput aksara yang datang
hanya mampu kuramu
dan kutulis
dengan tinta
bulir padi keringat
dan lamun yang jauh