masih ada seberkas cahaya
mengendap di sela
lamun yang kusam
samar terhimpit di antara
kemeja lusuh
wangi tembakau tajam
kubuka lembar demi lembar
buku kehidupan
kuhafal aksaranya yang muram
tersengal-sengal aku bernafas
cuma debu terlihat
hanya debu kehilangan
seberkas berbinar
sesekali mengelilingi
sekujur badan
mataku menerawang
mencari jejak
menapaki kembali
ruas-ruas malam
masih ada sisa kerlip
yang sembunyi
tadi malam
di sela jejemari
telapak tangan
hanya ragu kutemukan
hanya sembilu kurasakan
remah ingatan